Sudah 60 Orang Meregang Nyawa dalam Kerusuhan di Peru

- Senin, 23 Januari 2023 | 13:31 WIB
Kerusuhan di salah satu sudut Kota Lima, ibu kota Peru. Foto: trend news agency
Kerusuhan di salah satu sudut Kota Lima, ibu kota Peru. Foto: trend news agency

RISKS - Kerusuhan di Peru masih belum juga mereda meski sudah berjalan selama enam minggu. Sedikitnya, 60 orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan yang menuntut pengunduran diri Presiden Dina Boluarte.

Eskalasi kerusuhan di Peru terus meningkat sejak 11 Desember 2022 lalu. Kekerasan meluas menyusul kematian warga Puno yang ditembak oleh aparat keamanan.

Selain korban tewas, banyak warga yang terluka saat aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Baca Juga: Warga AS Dukung Komunitas Asia-Amerika usai Insiden Atlanta

Presiden Boluarte sendiri menuduh para pengunjuk rasa tidak memiliki agenda sosial yang jelas. Dia menuduh, pengunjuk rasa bertindak dengan melanggar undang-undang, menimbulkan kekacauan dan ingin merebut kekuasaan.

Polisi Peru juga dilaporkan telah menggerebek Universitas Nasional San Marcos di Ibu Kota Lima dengan sebuah tank dan menahan setidaknya 200 mahasiswa.

Dilaporkan juga bahwa terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa di taman universitas, dan mahasiswa diseret keluar dengan bus polisi setelah lebih dari satu jam.

Baca Juga: Pelosi Minta Trump Letakkan Jabatan Usai Rusuh di Capitol

Pemerintah Peru sendiri telah mengumumkan keadaan darurat untuk beberapa daerah. Mereka juga memberikan wewenang kepada militer untuk turun tangan dalam upaya menjaga ketertiban.

Ledakan protes selama sebulan di Peru dipicu oleh penggeseran mantan presiden Pedro Castillo dari jabatannya dan sejumlah penahanan yang dilakukan dengan tuduhan pemberontakan.

Ini terjadi saat Castillo berusaha membubarkan Kongres dan mengeluarkan keputusan untuk mencegah pemakzulan dirinya atas dugaan korupsi.

Baca Juga: Rusuh di AS Sudah Telan 13 Nyawa, 10 Ribu Orang Ditangkap

Kantor Kejaksaan Peru akan membuka penyelidikan terhadap Boluarte atas kejadian warga sipil yang tewas sejak protes dimulai pada 7 Desember 2022.

Editor: Wahyu Sakti Awan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sudah 60 Orang Meregang Nyawa dalam Kerusuhan di Peru

Senin, 23 Januari 2023 | 13:31 WIB

Buntut Ancaman Bom, Penerbangan di Jepang Kacau

Minggu, 8 Januari 2023 | 10:30 WIB

COVID-19 di China Kembali Melonjak

Minggu, 18 Desember 2022 | 05:35 WIB

Gempa 7,4 Magnitudo Hantam China

Sabtu, 22 Mei 2021 | 08:17 WIB
X