• Senin, 5 Desember 2022

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Dicurigai Lakukan Kampanye Terselubung

- Jumat, 18 November 2022 | 10:24 WIB
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Foto: Ilustrasi RISKS. (Doni)
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Foto: Ilustrasi RISKS. (Doni)

RISKS - Komunikolog Politik dan Hukum Tamil Selvan menilai Anies Baswedan secara tidak langsung telah melanggar aturan Pemilu dengan melakukan pengumpulan massa. Apalagi jadwal kampanye sama sekali belum di mulai.

Menurut Tamil, saat Indonesia mulai memasuki tahun politik dalam menyongsong Pemilihan Presiden tahun 2024. Setidaknya sudah dua partai politik yang secara tegas mendeklarasikan calon presiden (capres), dua partai itu yakni Partai Gerindra dengan Prabowo Subianto, dan Partai Nasdem dengan Anies Baswedan.

Menyambut pencapresan tersebut, Anies pun diketahui telah memulai safarinya keliling Indonesia untuk lebih meningkatkan popularitas dan elektabilitas, Jumat 18 November 2022.

Baca Juga: Angka Stunting di Tangsel Tinggi, Wali Kota Beberkan Langkah Strategis

"Ini kan kita dibodoh-bodohi. Anies keliling Indonesia, terjadi konsentrasi massa, tapi KPU dan Bawaslu tidak bisa memberi sanksi karena Anies belum jadi Capres sah yang terdaftar di KPU. Kepolisian tentu jadi repot dalam pengamanan karena agenda-agenda terselubung begini," terang Tamil Selvan kepada RISKS.

"Maka KPU harus memberi sanksi kepada Partai Nasdem, yang sah mendukung Anies sebagai Capres, karena tidak tertib dan melanggar etik politik," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Fotografer Dadakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Jadi Sorotan Netizen

Meski begitu, Dosen Komunikasi Universitas Dian Nusantara itu pun mempertanyakan kapasitas Anies Baswedan yang dipandang Partai Nasdem dapat memimpin Indonesia. Karena menurutnya, jika di pasangkan kembali dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024, dirinya yakin Anies belum tentu terpilih.

"Kalau secara politik saya bisa mengamini langkah Nasdem yang mendukung Anies, karena ini strategi peningkatan elektoral Partai Nasdem. Tapi bicara kapasitas, kita jujur saja, dikontestasikan kembali di DKI saja belum tentu menang ini orang," ungkapnya kritis.

Halaman:

Editor: Doni Marhendro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, BNPB: 1979 Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:57 WIB

Jokowi Lawan Gugatan Uni Eropa Soal Ekspor Nikel

Rabu, 30 November 2022 | 21:27 WIB

Jokowi Mengunjungi Tenda Pengungsi Korban Gempa Sukabumi

Selasa, 22 November 2022 | 18:30 WIB
X