Jelang Pemilu 2024: Dewan Pers Keluarkan Pedoman Pemberitaan Cegah Isu SARA

- Rabu, 18 Januari 2023 | 12:35 WIB
Dr Ninik Rahayu, terpilih menjadi Ketua Dewan Pers, sisa masa periode keanggotaan 2022 – 2025. (Ist)
Dr Ninik Rahayu, terpilih menjadi Ketua Dewan Pers, sisa masa periode keanggotaan 2022 – 2025. (Ist)

RISKSJelang Pemilu 2024, Dewan Pers mengeluarkan pedoman pemberitaan bagi media untuk mencegah isu SARA. Hal itu lantaran, Dewan Pers memahami bahwa salah satu tantangan dalam pemberitaan tersebut memiliki potensi SARA ketika memasuki tahun politik.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu menjelaskan terkait hal tersebut. Menurut Ninik, pedoman pemberitaan yang telah dikeluarkan pada penghujung tahun 2022 itu nantinya juga akan menjadi pedoman bagi apparat penegak hukum dalammelakukan pemeriksaan terhadap kasus soal karya jurnalistik jika terjadi pelanggaran kode etik keberagaman.

"Dewan Pers mengeluarkan pedoman pemberitaan yang berperspektif keberagaman. Jadi, kita tahu bahwa salah satu tantangan dalam pemberitaan itu yang memiliki potensi isu SARA, atas nama agama, atas nama kepentingan politik tertentu, lalu melakukan berbagai bentuk diskriminasi,” terang Ninik Rahayu seperti dalam keterangannya yang berhasil dikutp RISKS, Rabu 18 Januari 2023.

Baca Juga: Diduga Akibat Konsleting Listrik, Bus Agung Sejati Terbakar di Terminal Wonogiri

Dengan demikian, Ninik Rahayu secepatnya akan melakukan sosialisasi peraturan Dewan Pers tentang pedoman pemberitaan isu keberagaman kepada insan pers atau dengan melakukan sosialisasi melalui perusahaan-perusahaan pers.

Bahkan, Ninik Rahayu akan menjadikan pedoman pemberitaan isu keberagaman sebagai materi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang nantinya dilakukan oleh Dewan Pers.

Baca Juga: Gegara Ikan Laut, Nelayan di Kupang Bisa Jadi Penghuni Penjara Sampai Tua

“Tahun 2023 ini saya akan meminta kepada perusahaan-perusahaan pers untuk melakukan internalisasi di perusahaan pers masing-masing. Jadi, dari (tingkat) muda ke madya, dari madya ke utama, salah satu materi yang diuji adalah perspektif gender, perspektif kesetaraan dan keadilan, perspektif keberagaman, perspektif pada Kode Etik Jurnalistik, termasuk perspektif terhadap anak dan disabilitas,”ujarnya.

Baca Juga: Modus Indekost dan Rampas Perhiasan Senilai Rp 80 Juta, Pasutri Ditangkap Polisi

Halaman:

Editor: Doni Marhendro

Sumber: Dewan Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mohammad Anwar Resmi Pimpin DPD-KAI Banten

Minggu, 29 Januari 2023 | 14:34 WIB

Teka-teki Capres Golkar Terjawab, Ini Sosoknya!

Minggu, 22 Januari 2023 | 11:29 WIB
X